Peribahasa anak Tanjung Botung

Pagi, siang dan malam wahai netters dan bloggers dimanapun engkau berada. Sekarang bandel nak mengikuti lomba pribahasa,

Terinspirasi dari pribahasa dikampung bandel –di Tanjung Botung, Tapanuli Selatan- yang suka didengung-dengungkan sama emak, akhirnya menuangkan kata “Hendak pergi ke sungai kembalinya ke bilik lagi”

Hadduh.. serasa tersindir dengan tulisan sendiri [tutupmuka]

Yah, baiklah, kita masuk ke pembahasan. Artinya adalah pekerjaan yang dilakukan secara tergesa-gesa atau terburu-buru. Saking tergesanya, mengira bahwa yang dikerjakan itu sudah komplit. Ternyata masih ada juga sesuatu yang tertinggal atau terlupakan.

Saya ambil contoh nih, saat hendak keluar rumah dan mau berpergian naik motor, baru saja berjalan satu meter dari pintu rumah ternyata dompet ketinggalan. Setelah dompet diambil, begitu keluar kembali teringat air dan lampu yang belum dimatikan. Setelah itu, sekitar dua langkah berjalan kembali teringat ternyata helm belum diambil. Dan ketika sudah ditengah perjalanan baru tersadar. Ini ‘kan hari Selasa bukan hari Rabu! Hohoho.. ternyata ada yang salah jadwal untuk mengajar kuliah. [ini pikun apa tergesa-gesa yah? Hihihi..]

Asal katanya sih kalau dibahasakan dalam bahasa Mandailing, “Daulae dau lik-lik.. ke ma tu aek masuk tu bilik..” ahahahha.. pasti gak ngerti kan? Emang bener, bahasanya gak nyambung banget dari bahasa mandailing ke Indonesia yang baik dan benar. Itu kan bisa-bisanya saya saja yang bikin pribahasa. Tapi kandungan artinya sama kok.

Berkenaan dengan sifat tergesa-gesa ini jadi teringat suatu hadis, Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Asyaj ‘Abdul Qois, “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Jadi, patutlah di waspadai pula sifat tergesa-gesa karena sifat ini sebenarnya berasal dari was-was setan. Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dan kembali lagi ke pribahasa awal tadi, saya nak hendak berkaca diri. [Membuat pengakuan tertulis] Sebenarnya saya menulis dan mengikuti perlombaan ini juga dalam keadaan tergesa-gesa. Yah, diambang waktu perlombaan yang sudah mau di tutup, barulah inspirasi untuk menulis itu datang. [baca, hati yang tergerak buat menulis]

PS: Jangan ditiru!

—-

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka meramaikan perayaan 1st BlogCamp anniversary dengan tema acara Kontes Menulis Peribahasa yang diadakan oleh manajemen BlogCamp.

Advertisements