Pertemuan

Ini sequel dari MENUNGGU

image

Aku melangkah mendekatinya, sedikit ragu. Seperti biasa dia tidak menyadariku.

“Hei.. ” Ia tampak kaget sewaktu kusapa.
“Oh, Hai.. Darimana? Lagi apa? Sama siapa? Itu bawa apa?”
Ia memutar kepala, melongok kebelakangku seolah mencari seseorang.

Aku mencoba bersikap tenang. “Ada waktu? Bisa kita duduk sebentar?”

Ia mengikuti langkahku, duduk di kursi tunggu. Suasana di taman ini tidak begitu ramai. Ternyata dari sini pemandangannya jauh lebih bagus.

“Bagaimana kabarmu? Aku rindu.” Lirih dan sedikit sesak kurasakan.
“Haha.. Begini aja, duh terbang nih, biasa aja kali!”
“Ada yang mau kusampaikan..” Aku memberi jeda kalimatku, mencoba menyusun kata-kata yang tepat. Ah, kenapa jadi susah sekali mengatakannya? Aku menarik nafas kembali. Sedangkan ia begitu tampak tidak peduli. Hanya sibuk memutar-mutar anak kunci dengan gantungan monyetnya.

“Hei, Apa?”
Tersentak. “Aku menyukaimu, sudah lama. Ah..” Hening. “Dan aku akan menikah, datang yah!”
Ah, bodohnya. Kenapa itu yang keluar dari mulutku? Kapan aku akan menikah? Dengan siapa pula.
Tidak tahu apalagi yang akan kukatakan. Aku diam menunggu reaksinya.

Dia diam. Tangannya juga.
“Aku juga.”

Hah? Apakah dia sedang bercanda? Maksudku, aku tidak salah mendengar kan? Dan maksudnya Ia akan menikah? Astaga, kenapa sekarang?

Ia bangkit. “Kau! Kenapa kau baru bilang sekarang? Aku suka kamu. Aku suka kamu. Dari dulu aku suka kamu. Aku su-ka. Aku.. Kau.. Ya ampun, kau ini..” Ia mengepal tangannya. Mukanya memerah, dan giginya merapat.

Dan dia pergi meninggalkanku. Tiba-tiba saja. Dan itu pertemuan terakhirku.

—-

Komenlah pada tempatnya sodara! Cuma mau bikin cerita ringan, pada penasaran yah? Hayo ngaku-ngaku.. Dan ini bukan cerita bersambung yah, ini cuma efek gara-gara Aplikasi Wattpad bandel dihapus sama si bondes. *Melirik sinis*

Ah, padahal kan lagi nyari inspirasi buat nulis paper yang dateline nya besok! Tuhlah. Ntah apa saja yang dikerjakan si bandel ni. *nutupmuka*

Advertisements