Rotasi

Kamu tahu apa itu rotasi?

Ya, kalau secara umum bisa dikatakan sebagai perputaran bumi pada porosnya.

Pernah merasa seperti itu? Berputar pada suatu hal tanpa berhenti seolah-olah kamu adalah bumi dan sesuatu itu yang menjadi pusat perputarannya. Klise? tidak menurutku.

Apakah kau tahu? Terkadang untuk menceritakan hal ini, aku juga, merasa sedang membicarakan tentang dirimu. Seolah aku bumi, dan aku sedang berputar di sekelilingmu. Selalu menjadi bayanganmu tanpa aku tahu kenapa harus begitu. Apakah aku pernah berhenti mengitarimu? Tentu saja pernah. Dan aku merasa kosong. Seolah-olah semua hal yang kulakukan itu tidak benar lagi dan seketika aku menjadi kehilangan minat pada apapun karena yang menjadi acuan hidupku tidak ada lagi. Kacau sekali.

img1462089116380.jpg

Aku juga pernah sekali mencoba untuk berotasi pada hal yang lain, dan sekali lagi aku merasa tidak benar. Aku tanpamu itu bagai sayur tanpa garam, hambar. Walaupun bentuknya sama tetapi tetap saja rasanya berbeda. Kalau kau menghilang bagaimana? Tentu saja aku mati. Oh, jangan sampai kau menghilang. Aku benar-benar akan mati. Tetap saja disitu, aku yang akan menghampirimu.

Kadang aku merasa jenuh, kau tahu? Tapi setelah mengingat akan eksistensi keberadaanmu yang membuatku hidup, aku menjadi bersemangat. Walaupun aku berputar disitu saja, tanpa harus dengan yang lain aku tahu kalau aku akan tetap hidup.

img1462089116380

Aku pernah berfikir. Kenapa kita tidak pernah berjalan beriringan saja? Apakah aku begitu egois memintanya? Kenapa harus aku yang berotasi. Apakah kau tidak ingin, sekali saja untuk berotasi kepadaku? Seandainya kau yang berotasi kepadaku, akan jadi apakah aku? Ah, apalah aku ini. Terlalu banyak berangan-angan. Seandainya pun aku berpindah rotasi mungkin keadaan yang sama akan terus kualami.

Aku hanya perlu bertahan, beradaptasi. Terus mencoba lagi untuk bisa selalu di dekatmu, berusaha untuk mencari perhatianmu, agar kau tahu aku ada. Yah, Aku tahu, Intinya Aku hanya perlu bersyukur. Itu saja.

08/12/2017 10:58 AM