Passion vs Cita-cita

Sehabis mandi dan zuhur siang ini, biasanya jam segini itu saat berangkat dan pergi ke sekolah. Syamil yang melihatku belum memakai baju dinas dan belum bersiap juga akhirnya bertanya,

“Nda, bunda kok belum berangkat kerja jugaa?”
“Napa rupanya?”
“Itu anak murid bunda, bang riko sudah pergi sekolah, kok bunda belum pergi juga?”
“hm..” Malas menjawab.
“Entar.. sapa pula lah yang mengajar anak murid bunda itu..” sambungnya dengan gaya sok sedih.
“Iya, kan disekolah bunda banyak juga ibu gurunya, kalo bunda ke sekolah gak usah sering-sering, karna bunda udah pernah sekolah. Tapi kalo abang riko itu harus setiap hari pergi kesekolah karena belum pernah sekolah. Emang abang gak mau bunda dirumah? yawdah bunda pergi ke sekolah aja ah..”
“Hehe.. jangan-jangan.. bunda dirumah aja, nanti sapa kawan abang.. ”
“Halah, gaya.. udah sana tidur! ”

Begitulah, jika ada pertanyaan mana yang lebih enak, mengajar atau dirumah saja? Jawabanku begini, mengajar itu passion, sedangkan bekerja dirumah itu cita-cita.

Dari jaman kuliah saya sudah terbiasa mengajar, baik jadi asisten dosen ataupun mengajar disekolah. Saat saya selesai wisuda pun, dengan kenalan abang kelas sewaktu kuliah saya langsung bisa mengajar di salah satu kampus AMIK. Saya mencoba mengajar disana sini, pikir saya mumpung masih muda sebaiknya dicari dulu kesempatan buat belajar. Beberapa lamaran yang saya ajukan ke beberapa perusahaan, Bank atau PT tidak ada yang lulus, hanya sampai tahap tes saja. Eh, Panggilan buat mengajar malah semakin banyak yawsudahlah keterusan jadi pengajar. Hehehe.

image

Tapi diwaktu luang saya lebih suka untuk menulis atau membaca, mengetik apa saja kejadian yang gak nyambung dan ditampung di blog abal-abal saya. Jadi, bisa bikin cerita, nulis blog, ngutak atik design, sama interaksi di medsos itu selalu menarik. Seperti bikin Onlineshop, sebenarnya bukan dua tiga kali bikin yang seperti ini. Dulu sempat mengajar dikampus pernah ngasih materi kuliah e-commerce, anak-anak saya tugaskan membuat olshop sederhana. TAPI, Itu kan teorinya, walopun kenyataan untuk menjalankan olshop gak semudah itu apalagi kalau tidak fokus.

Tapi, sebenarnya aku emang pengen sih suatu saat bisa bikin olshop yang keren banget, satu-satunya yang ada, kalo bisa jadi trendsetter juga deh. Konsep yang keren itu selalu ada, bahan juga sudah tersedia. Tinggal action yang masih maju mundur. Hihihih.

Jadi cita-cita saya gimana? Tunggu timingnya deh. Saat ini belum tepat, masih mengurus beberapa hal. Yah, cita-cita kan gak hanya olshop saja. Memberangkatkan orangtua minimal umroh, punya rumah, punya mobil sendiri. Tapi sebagai acuan untuk kedepannya biar tambah semangat kan gada salahnya. Bukan begitu? Yang penting ada niat dan tinggal tunggu waktunya saja.

Halah, kebanyakan permintaan nih. Jadi, Aamiin-kan aja lah yah.. Kalau kamu pilih mana? kerja dirumah atau di kantor?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s