Generasi copy-paste

Pernah gak melihat suatu tulisan di internet, baik itu artikel atau berita yang tulisannya seperti sudah pernah di baca? Kalau jawaban pernah, berarti itu tulisan masih dalam sanad yang jelas siapa yang pertama menuliskan. Tetapi kalau SERING, ini bahaya! Berarti tulisan itu sudah diragukan ke-autentik-annya alias sudah palsu.

Paham maksudnya?

Artinya tulisan tersebut sudah di copy-paste
Artinya tulisan itu sudah dijiplak, ditulis ulang tanpa menyebutkan sumber tulisan atau nama penulisnya.

Emang ada yang rugi? Ada yang protes? So pasti bro. Saya.

Alangkah eloknya kalau pada saat kita menulis suatu resensi atau tulisan yang membutuhkan data pendukung, dapat menambahkan asal data atau siapa yang mengatakan. Jangan karena internet bersifat gratis, maka kita seenaknya saja mencaplok tulisan orang lain dan mengklaim seolah-olah itu hak milik kita.

Apalagi jika sudah dibaca dan dipublikasikan artinya tidak bersifat pribadi, tulisan menjadi hak umum, tetapi tidak ada salahnya jika kita tetap mencantumkan data pendukung. Dan tetap memberikan link tulisan yang mengacu ke sumber.

Dan bagi saya, ucapan terima kasih juga cukup tanpa harus meletakkan nama dan sumber, jika suatu saat tulisan saya dianggap layak dan bisa diterima.

Yah, anak muda yang masih semangat dan pintar tentunya tidak mungkin mau copy-paste kecuali Ia orang yang malas. Hehe.. (ABAIKAN SAJA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s