cerita lama

Aku mengamati bentuk tubuhku di depan kaca rias. Ternyata cukup berubah, hal yang kurang kusadari belakangan ini. Ah, dulu Aku sering berputar-putar di kamar ini sambil mengagumi sosok di kaca, sosok Aku yang langsing, putih dan tinggi. Dari cermin Aku dapat melihat seorang bayi yang sedang tidur tak jauh dari tempatku berdiri. Ada perasaan aneh.

Haha.. hampir lupa sama anak sendiri.

Kembali Aku menginjakkan kaki di kota ini, setelah yang terakhir kali tahun lalu. Aku mengamati sekitar lalu mengaktifkan hape. Lama tempuh 45 menit di pesawat cukup membuat pegal tanganku karena menggendong Syamil seraya menjaga posisi badannya supaya tidak bungkuk didalam gendongan kanggurunya. Syukurnya pihak bandara tidak mempersulit izin membawa bayi berusia tiga bulan kurang. Heheh tepatnya dua bulan lebih seminggu sih.

Terdengar nada sambung di seberang sana, “Dimana, Ma?”

“Udah di depan nih, Mama pake baju ijo, keluar aja dulu biar Syamil Mama yang gendong”

“Gak papa, aman kok, tinggal ambil satu biji tas. Syamil bobok kok”

Cukup lama waktu pengambilan barang bagasi, kuhampiri Mama yang berdiri di pintu keluar sambil memberikan tas ransel yang sedang kupegang, “Lama kali, Ma, keluar barangnya. Tungguin aja yah!”

Seminggu yang lalu Aku sampai di Medan, terpaksa, karena suamiku harus pergi ke mentawai lagi, sedangkan dalam hati untuk tinggal sendiri di padang terasa berat. Apalagi ada Syamil yang harus kurawat sendirian. Syukurlah Aku mempunyai suami yang pengertian. Ia membelikan kami –Aku dan Syamil- tiket pesawat ke Medan.

Kau mau tahu kabarku? Ah banyak yang berubah setahun belakangan ini.


Dimulai dari kehamilanku dibulan Juli 2010 lalu, tentang pengangkatan kerja di pemerintah daerah Padang di akhir tahun 2010 – Alhamdulillah Aku lulus sebagai Guru SMK bidang komputer bulan Pebruari  kemarin-, tesis Mkom yang terlanjur jalan di tempat gara-gara bentrok jadwal kuliahnya dan akhirnya harus bener-bener pending karena waktu kelahiran yang semakin dekat di bulan Maret. Alhamdulillah anakku, maksudnya anak kami, lahir dengan selamat. Walaupun lewat jalan Operasi. Hufhh.. dan Aku tidak ambil pusing lagi saat teman-teman kuliah menamatkan wisudanya di pertengahan April lalu.

Aku menikmati semuanya. Menikmati raut wajah bayi kecilku yang entah mirip siapa -Ada lesung pipit di kedua pipinya. Menikmati masa-masa cuti dengan honor tiga bulan yang selalu masuk rekening tanpa potongan. Lalu disaat cuti telah habis di akhir Mei, ada tambahan libur pula karena PMB dan cuti bersama. Alhamdulillah, Aku tidak perlu memberikan Syamil –putraku- susu formula.

My little Prince

Sekarang, ini bukan masa libur, karena tidak ada tugas dari sekolah yang mengharuskan masuk sekolah makanya Aku dapat ‘berlibur’ lagi di Medan.

Dan Hmm.. Aku tinggal memikirkan bagaimana tesisku bisa selesai tahun ini. Semoga tidak ada hambatan yang berarti. Semoga. Amin.

 

Advertisements

4 thoughts on “cerita lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s