Alhamdulillah si Supri baek-baek aja

Sepulang dari mengajar sore, aku menyempatkan membeli lauk ikan bakar. Ikan bakar H. Mahmud yang terletak gak jauh dari kampus tempatku mengajar dan belajar begitu menggugah selera untuk dijadikan menu yang pas saat berbuka.

Hujan mulai turun sewaktu aku melaksanakan transaksi pembayaran dengan sang penjual. Awalnya cukup ragu untuk pulang tetapi setelah dipikir daripada menunggu hujan yang gak tau kapan redanya lebih baiklah aku melanjutkan pulang. Toh si Supri juga belum mandi.

Seperti biasa aku mengambil jalan melewati kali dan titi kalau perjalanan kampus- rumah. Kali disini tepian jalannya cukup lebar untuk dilewati mobil dan sudah di aspal. Jadi jalan pintas ini kerap aku ambil kalau sedang malas memutari kota padang untuk sampai kerumah.

Sambil membayangkan lezatnya ikan bakar nanti, konsentrasiku pada jalan yang di lewati cukup berhati-hati apalagi hujan semakin menderas. Tetapi, entah kenapa saat melihat pengendara motor di depan dengan jas hujannya, hatiku berteriak, “Wahh.. pasti nabrak nih!”

“Allahu akbar.. Allahu Akbar… “, aku berteriak  saat yakin si Supri gak bisa banting setir untuk menghindari tragedi itu. Ciittt…. Braakkk!!! Motorku menyenggol dengan pasrah si pengendara motor yang hendak belok ke kanan tanpa pasang pengumuman terlebih dahulu. kebetulan dalam kondisi ambil jalur sebelah kanan mau memotong karena kesannya tuh motor terlalu lambat. (ceritanya ini kan lagi hujan deras, Kesel.com)

Motor langsung kulepaskan secara refleks. Sempat kuperhatikan, tuh Supri meluncur dengan mulusnya kearah sebelah kanan beserta pengendara motor yang ada di depan tadi. (syukurlah tidak masuk got)

Pasrah ngeliatin Supri yang masih berbaring, aku menggerakkan sekujur tubuh yang awalnya sempat terseret dengan motor sejauh tiga meter. Alhamdulillah masih hidup! Alhamdulillah. Hanya nyeri disekitar lutut disekitar lubang pada rok yang robek akibat terseret tadi. Walaupun aku sudah memakai legging, tapi ternyata itu legging robek juga.

Pengendara yang ternyata bapak-bapak itu mengamatiku. Memperhatikan kondisiku yang agak shock. Alhamdulillah dia juga gakpapa. Raut mukanya menyiratkan penyesalan. Terucap dari bibirnya, “Maaf, gak papa dek? “

Duuhh, jadi gak bisa marah kalau seperti ini. Yah, ini nasib namanya. “Iya, gak papa, pak!” balasku.

Kebetulan ada pengendara yang berhenti melihat kejadian itu membantu menegakkan motorku dan berusaha menghidupkannya. Akhirnya Supri hidup. Alhamdulillah si Supri selamat.

Ibu yang daritadi mengamati dan bertindak penonton karena kebetulan kami –aku dan bapak itu- tabrakan di depan rumahnya, menanyakan keadaanku, “Gak papa dek, gak pening-pening?” (pake bahasa minang, jadi begitulah kira-kira kalau ditranslatekan kedalam bahasa Indonesia), “Singgah dulu kerumah”, sambungnya.

Speechless. Aduhai. Ternyata masih banyak yang bersimpati kepadaku. “Gak papa, bu!”

Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, aku berusaha kembali menaiki motor, memperbaiki letak kantong plastik yang berisi ikan bakar tadi, mengucapkan terima kasih dan perlahan-lahan pergi meninggalkan TKP.

Advertisements

10 thoughts on “Alhamdulillah si Supri baek-baek aja

  1. ayu says:

    nis…

    selain aku, ternyata ada juga yang sering nabrak nubruk naik motor 🙂

    itu adalah dirimu…

    ku katakan pada diriku sendiri saat jatuh, aaahhh ini tidak seberapa… masih untung cuma luka sedikit 🙂

    akhirnya, aku menjadi terbiasa saat jatuh dr motor, gak pake nangis, cuma meringis 🙂

    • iyah.. gaktau entah mikir apa. toweng.

      banyak juga untungnya kemaren, untung lagi pake jaket jins.. untung bukan di jalan besar..
      aku masih trauma juga kalau inget kecelakaan emakku 😦

      yah.. lumayan lecet-lecet lah
      kan ada iklannya tuh neng, gak jatuh.. yah gak belajar 😛 (biar belajar hati-hati nih)

  2. ayu says:

    hooo… bisa juga uwak nih nangis yaaah?? (piss ahh)

    iyah tuh nis, kalau naik motor jangan ngerasa kayak iklan komeng naik yamaha yah, atau ngerasa jadi valentino rossi :-)) heheh…

    Tetap hati-hati di jalan, pakai helm, dan patuhi peraturan lalu lintas…sip lah.. berdoa juga nis,,,

  3. ayu says:

    haha… sama.. sama nis..
    ngebut… benjut 🙂

    sama tuh, aku jg pas di bandung ngebut smpe 100km/jam, jam 4 pagi lagi…

    ahh… tapi mana mungkin jg d jkt ngebut2, yg ada mah dilempar orang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s