Saat adek ikut ke Mentawai

Dia sering bercerita padaku,

“Di mentawai pemandangannya keren banget, dek. Apalagi pantainya. “

Laen waktu.

“Kalau mau ke Mentawai harus naik kapal. Perjalanannya 8 jam di laut. Kalau naik kapal seru banget, bisa lihat langit yang luas. Pokoknya keren banget lah, rugi kalo belum pernah kesana.“ Begitu kira-kira promosinya yang kudengar beberapa kali setelah kepulangannya dari Mentawai.

“Besok minggu sore, Mas pergi ke Mentawai, dek. Pulangnya senin sore.”

“Kok cepat kali, Mas? Biasanya kan lama.”

“Kenapa? Senang yah liat Mas pulangnya lama? Biar adek bisa keliling padang sepuasnya gtu?” Wajah si Bocah cemberut. Seolah-olah aku akan meneriakkan kata ‘Merdeka’ kalo si bocah gada dirumah. Padahal sih iya. Hihih.. 😀

“Cuma satu hari gitu? Hmm.. “

“Napa? Kangen yah?” [kenapa dia suka sekali bertanya dan lalu menjawabnya sendiri? toe]

“Adek ikut.”

“Yakin mau ikut?”

Buru-buru kupotong pertanyaanya, “Gak jadi ah, gak jadi ikut. “ Manyun.

“Eh.. iyaiya.. adek ikut. Adek ikut. ‘Kan cuma satu hari aja. ”

Disini aku. Diatas kapal. Dalam perjalanan Padang-Mentawai. Tepatnya Padang-Tuapejat. [Tuapejat salah satu kecamatan yang ada di kepulauan mentawai]

Kapalnya terdiri dari 3 tingkat. Dasar, tengah dan deck/atas. Nyaman memang. Sebelumnya aku belum pernah naik kapal kemanapun. Kuakui di deck ini pemandangan langitnya bagus sekali. Tapi pemandangan indah lain mana yang mau dilihat? Ini kan malam? Toe.

Setelah makan malam dengan judul serantang berdua, -masih di sisi kapal- kami duduk menelentangkan kaki. Tak terasa matapun sayup dan aku mulai tertidur karena angin laut yang begitu menyejukkan.

Tapi itu tak berapa lama. Hampir saja mata ini terpulas, hujan mulai datang.

Awalnya rintik-rintik lalu diikuti dengan angin kencang dan hujanpun deras. Dengan berat mata kami pindah tempat -layaknya gelandangan yang kena kamtib- kebelakang deck kapal untuk berteduh. Itu juga tak berapa lama. Karena hujan mendadak berhenti.

Niat ingin masuk ke bagian dalam kapal apalah daya pintunya sudah ditutup, karena khawatir kena hujan susulan, kami pindah ke sisi yang satunya lagi. Duniaku untuk sementara aman untuk melanjutkan tidur. Dan err.. hujan datang lagi gak lama setelah aku mulai memejamkan mata.

Untuk terakhir kalinya aku ngungsi dan ini harus jadi yang terakhir kali tekadku. Kami pindah ke deck depan kapal –walaupun dipagar tapi tetap kami lewati- yang mempunyai atap. Dan hujan badai turun lagi tak lama setelah aku memejamkan mata ‘lagi’. Tapi aku sudah tak peduli. Yang penting si bocah gak panik liat anak orang –maksutnya aku- yang keujanan bin masuk angin nantinya. Aku puas tidur malam itu. (baca, walaupun hujan badai)

Pagi sekali aku terbangun Karena menyadari matras dan sarung yang diselimutkan kebadanku basah semua.

Kami sudah tiba. Ohh.. ini toh mentawai itu.

Sambil menunggu keluar motor yang kami bawa, kami sarapan. Melanjutkan perjalanan ke kantornya, melewati beberapa kantor dinas lainnya –yang masih keliatan baru-.

Di kantor.

Dicuekin,  -mau mandi ato ngemil, ngeteh,- ikut ngeberantakin kantor karena banyak yang basah, ato dibiarin hidup lalu ambil inisiatif tidur kembali –setelah menemukan tilam beserta bantalnya-. Aku kembali tidur pulas melanjutkan tidur yang tertunda tadi malam. Terbangun saat si bocah datang membawa makan siang.

Sorenya kami bersiap untuk pulang kembali ke padang. Beruntung dapat tiket VIP dan tidur di bagian dalam kapal yang lumayan nyaman. Dan Mentawai? Simpulkan sendirilah.

Advertisements

12 thoughts on “Saat adek ikut ke Mentawai

    • hihihi.. itu kan suasananya emang mendukung sty, ujan-ujanan enaknya emang tidur kan 😛

      apalagi ketemu springbed asty yang empuk.. wahhh 😀

  1. ayu says:

    dramatis gemana???

    (iya sih sedikit didramatisasi mungkin) 🙂

    dramatis buat mas mu mungkin…hehehe…

    bisa berenang ga nis?? kl ga bisa berenang, mungkin lebih dramatis lagih 🙂

    • iya.
      kemaren beliau sempet kuatir juga ngejagain aq waktu badai.. takut aq kenapa-napa..
      padahal setelah pindah posisi tidur yang terakhir kali, aq udah gak peduli. mau ujan badai- ato gempa walopun baju udah basah semua..
      aq tidur ajah wakakakak.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s