Menjaga hati

Bandel mendengarkan penjelasan panjang kali lebar dari sang murobbi, walaupun terkenal bandel, tetapi sebenarnya si bandel adalah anak yang masih mempunyai sisi hati yang lembut (hueks)

Intinya mulai dari saat itu bandel harus mulai JAGA JARAK- dan JAGA HATI dengan si bocah. No call, no miscol, no sms, apapun yang nantinya yang hanya akan membuat hati resah, kacau, gundah serta gulana.

Jadi keinget sama sms si piko, “Wanita dan lelaki memiliki adab tersendiri kala berbicara. Kadangkala diantara kata-kata ada yang berubah jadi sihir berbahaya, ketika kata bernada pembicaraan khusus, ia akan berdenting meresonansi damai syahwat dalam hati. Dan kedekatan serta panjangnya interaksi tak dianjurkan ketika kita komitmen menjaga kesucian diri”

Gada yang salah dan tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, setiap orang pasti mempunyai khilaf dan salah. Jadi untuk mencegah hal-hal yang diinginkan proses taaruf dicukupkan sampai nanti, yaitu pada saat si bocah datang membawa orangtuanya untuk mengkhitbah si bandel.

oka, To be continued..

[catatan 261009]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s