Apa yang akan kukatakan mengenaimu?
Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja dan pergi dari kehidupanku.
Aku yang akan menjaga malammu dan aku akan menjadi orang paling beruntung jika bisa mendapatkanmu. Aku tidak ingin berkhayal tapi aku memang ingin mencapai mimpi ini bersamamu. Entah kau merasakan hal yang sama denganku atau tidak. Aku tak tahu.
Aku berjalan melewatimu. Aku bahkan lupa kalau kita pernah berjalan beriringan, mungkin karena aku selalu ketiduran.
Perputaran waktu ini kadang membuatku tercengang dan memaksaku berhenti pada titik nol. Yah kau tahu, aku slalu berhenti pada periode ke tiga putaran itu.
aku selalu berpikir untuk lari dan lari, perasaanku akan damai dalam kesendirian
ternyata setelah kutemukan sepi itu, aku masih mencarimu. Tapi dimana? Selama ini aku memang tak tahu dimana persembunyianmu.
Aku mencoba berjalan perlahan, menikmati jeda persinggahan di setiap simpang dua. Hah, ternyata kau disitu. Aku menemukanmu.
Aku janji tidak akan berlari lagi.
*Dan kau jangan pergi.
[Medan, 06072009]
—-

Notes: Entah kenapa, aku sangat menyukai poem ini. Ini teks asli yang sedikit lebay yang kutulis saat aku mulai meneguhkan hati untuk menerima kehadiran si bocah dan akhirnya aku sertakan juga pada undangan pernikahan yang ku design sendiri.
Posted on June 20, 2011
0